spot_img
13.5 C
London
spot_img
HomeHikayat

Hikayat

HIKMAH KE – 44 : Menjaga Kemurnian Amal dari Kerusakan Ego

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: رُبَّمَا وَرَدَتِ الْأَنْوَارُ فَوَجَدَتِ الْقَلْبَ مَحْشُوًّا بِصُوَرِ الْآكَوَانِ فَارْجَعَتْ مِنْ حَيْثُ نَزَلَتْ. “Kadang kala cahaya-cahaya (Ilahi) datang, namun mendapati hati masih dipenuhi gambar-gambar dunia, maka ia kembali (pergi) dari tempat ia datang.” Hikmah ini berbicara tentang kenapa seseorang sulit merasakan nur (cahaya) Allah...

HIKMAH KE – 43 : Persahabatan yang Mengangkat Spiritual

Ibn ‘Aṭā’illah as-Sakandarī dalam al-Hikam memberikan nasihat yang sangat mendasar tentang siapa yang layak kita jadikan sahabat dekat, karena pengaruh persahabatan terhadap hati sangat besar. Hikmah ini berbunyi: لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ، وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ “Jangan bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak...

HIKMAH KE – 42 : “Manfaat ‘Uzlah dan Tafakkur untuk Pensucian Hati”

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ. Terjemah ringkas “Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati seperti ‘uzlah (menyendiri) yang mengantarkanmu ke medan tafakkur.” 🟦 Pendahuluan: Hati adalah Poros Segalanya Para arif billāh meyakini bahwa hati (qalb) adalah organ batin yang...

HIKMAH KE-41: “Tawakal Sejati Adalah Melepaskan Segala Amal Kepada Allah”

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: وَفِّضْ أَمْرَكَ إِلَى اللَّهِ فَإِنَّ التَّوَكُّلَ الْحَقِيقِيَّ هُوَ تَسْلِيمُ الْأَمْرِ وَالْعَمَلِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى Waffidh amraka ilā Allāh fa-inna at-tawakkul al-haqiqi huwa taslīm al-amri wal-‘amali ilā Allāh ta‘ālā Serahkan urusanmu sepenuhnya kepada Allah, sebab tawakal yang sejati adalah menyerahkan segala urusan dan amal...

HIKMAH KE-40: Jangan Jadikan Amalmu Sebagai Jalan Menuju Tuhanmu

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: لَا تَتَّخِذْ عَمَلَكَ وَسِيلَةً إِلَى رَبِّكَ، فَفِي الْعَمَلِ لَا سُلْطَانَ لَكَ وَإِنَّمَا السُّلْطَانُ لِلَّهِ تَعَالَى Transliterasi: Lā tattakhidh ‘amalaka wasīlatan ilā Rabbika, fa-fil-‘amali lā sultāna laka wa-innamā as-sultānu lillāh ta‘ālā Terjemahan: Janganlah engkau menjadikan amalmu sebagai jalan untuk mencapai Tuhanmu. Sesungguhnya dalam amal tidak ada...

HIKMAH KE–39 : Menunda Amalmu Walau Sudah Memiliki Kesanggupan Adalah Bentuk Ketergelinciran Ruhani

Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَ الْيَوْمِ إِلَى غَدٍ فَإِنَّ ذٰلِكَ مِنْ سُوءِ الْأَدَبِ مَعَ اللهِ"Janganlah engkau menunda amal hari ini sampai esok, karena itu termasuk buruknya adabmu kepada Allah." Pendahuluan Maknawi Jika pada hikmah sebelumnya Ibnu ‘Athaillah menjelaskan bahwa kita tidak boleh bersandar pada amal,...