Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
رُبَّمَا وَرَدَتِ الْأَنْوَارُ فَوَجَدَتِ الْقَلْبَ مَحْشُوًّا بِصُوَرِ الْآكَوَانِ فَارْجَعَتْ مِنْ حَيْثُ نَزَلَتْ.
“Kadang kala cahaya-cahaya (Ilahi) datang, namun mendapati hati masih dipenuhi gambar-gambar dunia, maka ia kembali (pergi) dari tempat ia datang.”
Hikmah ini berbicara tentang kenapa seseorang sulit merasakan nur (cahaya) Allah...
Ibn ‘Aṭā’illah as-Sakandarī dalam al-Hikam memberikan nasihat yang sangat mendasar tentang siapa yang layak kita jadikan sahabat dekat, karena pengaruh persahabatan terhadap hati sangat besar. Hikmah ini berbunyi:
لَا تَصْحَبْ مَنْ لَا يُنْهِضُكَ حَالُهُ، وَلَا يَدُلُّكَ عَلَى اللهِ مَقَالُهُ
“Jangan bersahabat dengan orang yang keadaannya tidak...
Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
مَا نَفَعَ الْقَلْبَ شَيْئٌ مِثْلُ عُزْلَةٍ يَدْخُلُ بِهَا مَيْدَانَ فِكْرَةٍ.
Terjemah ringkas
“Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hati seperti ‘uzlah (menyendiri) yang mengantarkanmu ke medan tafakkur.”
🟦 Pendahuluan: Hati adalah Poros Segalanya
Para arif billāh meyakini bahwa hati (qalb) adalah organ batin yang...
Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
لَا تُؤَخِّرْ عَمَلَ الْيَوْمِ إِلَى غَدٍ فَإِنَّ ذٰلِكَ مِنْ سُوءِ الْأَدَبِ مَعَ اللهِ"Janganlah engkau menunda amal hari ini sampai esok, karena itu termasuk buruknya adabmu kepada Allah."
Pendahuluan Maknawi
Jika pada hikmah sebelumnya Ibnu ‘Athaillah menjelaskan bahwa kita tidak boleh bersandar pada amal,...