Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata :
النَّظَرُ إِلَى النُّفُوسِ مَغْرَسُ الْآفَاتِ، وَالنَّظَرُ إِلَى الرَّبِّ مَهْبِطُ الرَّحْمَاتِ
Transliterasi:An-naẓaru ilā an-nufūsi maghrasu al-āfāt, wa an-naẓaru ilā ar-Rabbi mahbiṭur-raḥmāt.
Terjemah Ringkas:“Memandang dan bersandar pada diri (nafsu/ego) adalah ladang tumbuhnya berbagai penyakit batin, sedangkan memandang dan bersandar kepada Tuhan...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata :
النَّصُّ العَرَبِيّ
«رُبَّ طَاعَةٍ أَوْرَثَتِ اسْتِكْبَاراً، وَمَعْصِيَةٍ أَوْرَثَتِ انْكِسَاراً.»
Transliterasi
“Rubba ṭā‘atin awrathat istikbāran, wa ma‘ṣiyatin awrathat inkisāran.”
Terjemahan
“Betapa banyak ketaatan yang melahirkan kesombongan, dan betapa banyak maksiat yang justru melahirkan kehancuran hati (kerendahan diri) di hadapan Allah.”
Pendahuluan
Dalam perjalanan spiritual, manusia...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata :
النِّصُّ العَرَبِيّ
«لَا صَغِيرَةَ إِذَا قَابَلَكَ عَدْلُهُ، وَلَا كَبِيرَةَ إِذَا وَاجَهَكَ فَضْلُهُ.»
Transliterasi
“Lā ṣaghīrata idzā qābalaka ‘adluH, wa lā kabīrata idzā wājahaka faḍluH.”
Terjemahan
“Tidak ada dosa kecil jika Allah menilaimu dengan keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika Allah memandangmu...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
«رُبَّمَا وَرَدَتْ عَلَيْكَ الظُّلُمَاتُ لِيَعْرِفَكَ قَدْرَ نِعْمَتِهِ عَلَيْكَ.»
“Terkadang kegelapan (kesulitan, kekurangan, kegagalan) diturunkan kepadamu agar engkau mengetahui besarnya nikmat Allah atasmu.”
Pendahuluan
Tidak ada manusia yang hidup tanpa mengalami kegelapan:kegagalan, kehilangan, kesedihan, rasa bersalah, jatuh dalam dosa, keraguan, atau kekosongan...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
«مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ.»
“Tidaklah sedikit suatu amal jika ia muncul dari hati yang zuhud.”
Pendahuluan
Banyak orang menilai amal dari ukurannya:berapa banyak sedekah, berapa lama berdiri dalam salat malam, berapa ayat dibaca dalam sehari, dan berapa sering...