spot_img
17.4 C
London
spot_img
HomeHikayat

Hikayat

HIKMAH KE–32: Menyadari Kelemahan Diri adalah Jalan Menuju Kekuatan Hakiki

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النَّظَرُ إِلَى النُّفُوسِ مَغْرَسُ الْآفَاتِ، وَالنَّظَرُ إِلَى الرَّبِّ مَهْبِطُ الرَّحْمَاتِ Transliterasi:An-naẓaru ilā an-nufūsi maghrasu al-āfāt, wa an-naẓaru ilā ar-Rabbi mahbiṭur-raḥmāt. Terjemah Ringkas:“Memandang dan bersandar pada diri (nafsu/ego) adalah ladang tumbuhnya berbagai penyakit batin, sedangkan memandang dan bersandar kepada Tuhan...

HIKMAH KE–31 : Doa sebagai Undangan Ilahi, Memahami Kedekatan, Tawakkal, dan Hakikat Ijabah

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : نَتَائِجُ الأُمُوْرِ مَكْنُوْنَةٌ فِيْ ضَمَائِرِ الْغُيُوْبِ، مُحَجَّبَةٌ بِسُتُوْرِ الْغُيُوْبِ، وَلَـكِنَّ اللهَ تَعَالَى لَعَلَّهُ أَيَّدَكَ بِهِ عَلَى الْـوُقُوْفِ بَيْنَ يَدَيْهِ، وَلَمْ يَدَعْكَ تَعُوْدُ إِلَى نَفْسِكَ. فَــاِسْتَـــبْشِرْ بِـــــالإِذْنِ فِي الدُّعَاءِ، فَـــأَنْـــتَ مُــــوَفَّقٌ، وَإِنْ لَمْ تَرَ آثَارَ الْقَبُوْلِ. Terjemahan ringkas: "Ketahuilah bahwa...

HIKMAH KE-30 : Ketika Allah Membukakan Pintu Ketaatan Tanpa Kebanggaan, dan Menutup Pintu Dosa Tanpa Keputusasaan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النَّصُّ العَرَبِيّ «رُبَّ طَاعَةٍ أَوْرَثَتِ اسْتِكْبَاراً، وَمَعْصِيَةٍ أَوْرَثَتِ انْكِسَاراً.» Transliterasi “Rubba ṭā‘atin awrathat istikbāran, wa ma‘ṣiyatin awrathat inkisāran.” Terjemahan “Betapa banyak ketaatan yang melahirkan kesombongan, dan betapa banyak maksiat yang justru melahirkan kehancuran hati (kerendahan diri) di hadapan Allah.” Pendahuluan Dalam perjalanan spiritual, manusia...

HIKMAH KE-29 : Ketika Allah Menutup Aibmu Agar Engkau Tidak Putus Asa

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : النِّصُّ العَرَبِيّ «لَا صَغِيرَةَ إِذَا قَابَلَكَ عَدْلُهُ، وَلَا كَبِيرَةَ إِذَا وَاجَهَكَ فَضْلُهُ.» Transliterasi “Lā ṣaghīrata idzā qābalaka ‘adluH, wa lā kabīrata idzā wājahaka faḍluH.” Terjemahan “Tidak ada dosa kecil jika Allah menilaimu dengan keadilan-Nya, dan tidak ada dosa besar jika Allah memandangmu...

HIKMAH KE-28 : Ketika Allah Menampakkan Kekuranganmu untuk Menjagamu dari Kesombongan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «رُبَّمَا وَرَدَتْ عَلَيْكَ الظُّلُمَاتُ لِيَعْرِفَكَ قَدْرَ نِعْمَتِهِ عَلَيْكَ.» “Terkadang kegelapan (kesulitan, kekurangan, kegagalan) diturunkan kepadamu agar engkau mengetahui besarnya nikmat Allah atasmu.” Pendahuluan Tidak ada manusia yang hidup tanpa mengalami kegelapan:kegagalan, kehilangan, kesedihan, rasa bersalah, jatuh dalam dosa, keraguan, atau kekosongan...

HIKMAH KE-27 : Jangan Mengandalkan Amal, Andalkan Allah yang Memberi Taufik

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «مَا قَلَّ عَمَلٌ بَرَزَ مِنْ قَلْبٍ زَاهِدٍ.» “Tidaklah sedikit suatu amal jika ia muncul dari hati yang zuhud.” Pendahuluan Banyak orang menilai amal dari ukurannya:berapa banyak sedekah, berapa lama berdiri dalam salat malam, berapa ayat dibaca dalam sehari, dan berapa sering...