Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
النَّصُّ العَرَبِيُّ
«أَرْجَى أَعْمَالِكَ لِلقَبُولِ عَمَلٌ لَيْسَ لَكَ فِيهِ شَهَادَةٌ.»
Transliterasi
“Arjā a‘mālika lil-qabūl ‘amalun laysa laka fīhi syahādah.”
Terjemah
“Amalmu yang paling besar harapan untuk diterima adalah amal yang tidak engkau saksikan (tidak engkau rasakan sebagai milikmu).”
PENDAHULUAN
Dalam tradisi tasawuf, salah satu penyakit...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata :
«مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى غَيْرِهِ فَقَدْ ضَاعَ»“Barangsiapa bergantung pada selain Allah, ia telah kehilangan kedamaian.”
Pendahuluan
Hikmah Keduapuluh Lima menekankan bahaya ketergantungan pada selain Allah, baik itu manusia, harta, status, maupun dunia secara umum. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa manusia yang menaruh...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata:
«مَنْ رَجَا الدُّنْيَا فَلَنْ يَرْقُدَ»“Barangsiapa mengharap dunia, hatinya tidak akan pernah tenang.”
Pendahuluan
Hikmah Keduapuluh Empat menegaskan bahaya mengharap dunia sebagai sumber kebahagiaan. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa hati manusia yang menggantungkan harapan pada dunia tidak akan pernah merasa puas, karena dunia...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi:
«مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى الدُّنْيَا فَقَدْ فَشِلَ»“Barangsiapa bersandar pada dunia, maka ia telah gagal.”
Pendahuluan
Hikmah Keduapuluh Tiga menekankan bahaya ketergantungan pada dunia. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa manusia yang menaruh harapan, keamanan, atau kebahagiaan pada dunia semata tidak akan pernah puas. Dunia, dengan...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi:
«مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى عَمَلِهِ فَقَدْ أَفْلَسَ»“Barangsiapa bersandar pada amalnya sendiri, maka ia telah jatuh ke dalam kefakiran spiritual.”
Pendahuluan
Hikmah Keduapuluh dua menekankan bahaya bersandar pada amal sendiri. Ibnu ‘Athaillah menegaskan bahwa manusia yang menganggap amalnya cukup untuk mendekatkan diri kepada Allah...
Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi:
Teks Hikmah (Arab & Terjemah):
«مَا عَجِبْتُ لِمَنْ عَمِلَ لِغَيْرِ اللهِ وَطَلَبَ مَا لَيْسَ لَهُ»“Aku heran kepada orang yang beramal untuk selain Allah dan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya.”
Pendahuluan
Hikmah ini menegaskan prinsip fundamental dalam spiritualitas Islam, yakni keikhlasan dalam setiap amal....