spot_img
17.4 C
London
spot_img
HomeHikayat

Hikayat

HIKMAH KE-26 : “Amal yang Kau lakukan yang Tak Kau Sadari sebagai Amalmu”

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: النَّصُّ العَرَبِيُّ «أَرْجَى أَعْمَالِكَ لِلقَبُولِ عَمَلٌ لَيْسَ لَكَ فِيهِ شَهَادَةٌ.» Transliterasi “Arjā a‘mālika lil-qabūl ‘amalun laysa laka fīhi syahādah.” Terjemah “Amalmu yang paling besar harapan untuk diterima adalah amal yang tidak engkau saksikan (tidak engkau rasakan sebagai milikmu).” PENDAHULUAN Dalam tradisi tasawuf, salah satu penyakit...

HIKMAH KE – 25 : Barangsiapa Bergantung pada Orang Lain, Ia Akan Kehilangan Kedaimaian Hati

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata : «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى غَيْرِهِ فَقَدْ ضَاعَ»“Barangsiapa bergantung pada selain Allah, ia telah kehilangan kedamaian.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Lima menekankan bahaya ketergantungan pada selain Allah, baik itu manusia, harta, status, maupun dunia secara umum. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa manusia yang menaruh...

HIKMAH KE – 24 : Barangsiapa Mengharap Dunia, Hatinya Tidak Pernah Tenang

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berkata: «مَنْ رَجَا الدُّنْيَا فَلَنْ يَرْقُدَ»“Barangsiapa mengharap dunia, hatinya tidak akan pernah tenang.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Empat menegaskan bahaya mengharap dunia sebagai sumber kebahagiaan. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa hati manusia yang menggantungkan harapan pada dunia tidak akan pernah merasa puas, karena dunia...

HIKMAH KE – 23 : Barangsiapa Bersandar pada Dunia, Hatinya Akan Selalu Hampa

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى الدُّنْيَا فَقَدْ فَشِلَ»“Barangsiapa bersandar pada dunia, maka ia telah gagal.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh Tiga menekankan bahaya ketergantungan pada dunia. Ibnu ‘Athaillah mengingatkan bahwa manusia yang menaruh harapan, keamanan, atau kebahagiaan pada dunia semata tidak akan pernah puas. Dunia, dengan...

HIKMAH Ke – 22 : Barangsiapa Bersandar Kepada Amalnya, Akan Jatuh ke Dalam Kehampaan

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: «مَنْ تَوَكَّلَ عَلَى عَمَلِهِ فَقَدْ أَفْلَسَ»“Barangsiapa bersandar pada amalnya sendiri, maka ia telah jatuh ke dalam kefakiran spiritual.” Pendahuluan Hikmah Keduapuluh dua menekankan bahaya bersandar pada amal sendiri. Ibnu ‘Athaillah menegaskan bahwa manusia yang menganggap amalnya cukup untuk mendekatkan diri kepada Allah...

HIKMAH Ke 21 : Amal karena/untuk Selain Allah, Semua Berakhir Dengan Sia-sia

Dari al-Ḥikam karya Ibnu ‘Athaillah as-Sakandari berbunyi: Teks Hikmah (Arab & Terjemah): «مَا عَجِبْتُ لِمَنْ عَمِلَ لِغَيْرِ اللهِ وَطَلَبَ مَا لَيْسَ لَهُ»“Aku heran kepada orang yang beramal untuk selain Allah dan menginginkan sesuatu yang bukan miliknya.” Pendahuluan Hikmah ini menegaskan prinsip fundamental dalam spiritualitas Islam, yakni keikhlasan dalam setiap amal....