Jakarta - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto bahwa dirinya “tidak punya tongkat Nabi Musa” dalam menghadapi persoalan bencana terdengar sederhana, bahkan mungkin dimaksudkan sebagai ungkapan kerendahan hati. Namun ketika kalimat tersebut diucapkan oleh seorang Presiden Republik Indonesia, maknanya tidak lagi sederhana. Ia berubah menjadi pernyataan...
Jakarta - Pernyataan Luhut Binsar Pandjaitan yang meminta Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk “lebih fokus meneliti bawang putih daripada terus membahas ijazah Jokowi” bukanlah sekadar komentar spontan. Ia adalah tindakan politik yang sadar, lahir dari situasi ketika kekuasaan sedang terpojok oleh pertanyaan publik yang...
Jakarta - Setiap kali banjir bandang dan longsor melanda Sumatra, negara selalu datang dengan kalimat yang sama: “akan menertibkan pembalakan liar.” Kalimat itu terdengar tegas, moral, dan seolah berpihak pada korban. Namun di balik retorika tersebut, publik perlu jujur bertanya: mengapa bencana terus berulang,...
Jakarta - Demokrasi Indonesia tidak lahir dari hadiah kekuasaan. Ia lahir dari darah, pengorbanan, dan koreksi sejarah yang menyakitkan. Karena itu, setiap upaya menarik unsur Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ke dalam politik praktis—baik terang-terangan maupun terselubung—harus ditolak secara...
Jakarta : Klarifikasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia terkait klaim “listrik Aceh sudah 93 persen menyala” saat kunjungan Presiden Prabowo Subianto bukanlah penyelamatan keadaan. Klarifikasi itu justru mengukuhkan satu fakta pahit: negara ini semakin terbiasa berbohong kepada dirinya sendiri, lalu berharap rakyat menerima kebohongan itu...
Jakarta - Usulan agar Kapolri dipilih langsung oleh Presiden kembali mengemuka dan segera memicu perdebatan publik. Di permukaan, gagasan ini tampak rasional: memangkas transaksi politik di DPR, menghindari praktik “balas jasa”, serta mempercepat proses pengisian jabatan strategis. Namun penelusuran BI News menunjukkan, persoalan mendasar...